Kamis, 01 Desember 2016

Membangun Sistem MATV Sederhana di Rumah

Televisi adalah salah satu sumber hiburan yang disukai banyak orang. Dahulu, hanya orang yang bermukim di perkotaan saja yang bisa menikmati siaran televisi. Namun, semenjak adanya MATV, hampir di setiap daerah bisa menerima sinyal siaran dengan baik. Selain itu, kesulitan dalam membagi sinyal siaran televisi pada gedung dengan banyak ruang juga bisa diatasi dengan teknologi ini.
MATV (Master Antenna Televisi) merupakan suatu sistem jaringan yang sanggup mendistribusikan sinyal televisi dari antena utama menuju beberapa televisi. Teknologi ini biasanya dipasang pada suatu gedung dengan banyak ruangan, seperti apartemen, mall, atau hotel.

Cara Membangun Sistem MATV Sederhana di Rumah

Selain digunakan untuk perhotelan, MATV juga cocok untuk dipasang pada rumah huni. Dengan memasang MATV, setiap televisi di rumah Anda bisa menerima sinyal siaran dengan jernih dan lebih baik.
Terdapat beberapa komponen yang perlu disiapkan sebelum membangun sistem MATV sederhana di rumah, yaitu:

Unit Penangkap Siaran (Antena)

Bagian ini berfungsi untuk menerima jaringan siar yang ada di area tempat tinggal Anda. Biasanya komponen ini terdiri dari antena VHF atau antena UHF. Terdapat dua buah penangkat siaran yang bisa Anda pilih, yaitu antena yagi atau parabola.
Jenis antena yagi memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan antena jenis yagi adalah: memiliki sifat direksional, penguatan jaringan dapat diatur sesuai kebutuhan, dan dapat digunakan pada frekuensi tinggi. Adapun kekurangan dari antena ini adalah bahan rangkaiannya sangat banyak.
Sedangkan pada jenis parabola, antena ini mampu menangkap sinyal transmisi dengan jarak yang lebih jauh dan terkoneksi pada satelit. Antena berbentuk piringan ini memeliki kelebihan, dimana suara dan gambar yang diterima jauh lebih jernih daripada antena lainnya. Dari segi kelemahan, antena ini memiliki harga yang sangat mahal dan sinyal yang didapat sangat bergantung pada cuaca.

Unit Penguat Siaran

Komponen kedua yang haris disiapkan saat membangun sistem MATV sederhana di rumah adalah unit penguat siaran. Komponen ini juga sering disebut sebagai Mast Amplifier. Alat ini bekerja dengan cara memperkuat sinyal penerimaan pada antena televisi.
Sebelum didistribusikan, sinyal gambar dan suara yang telah dikuatkan terlebih dahulu dikirim menuju splitter. Setelah itu sinyal akan diteruskan menuju beberapa televisi yang ada di kamar atau ruangan rumah Anda.

Unit Pembagi Distribusi

Alat ini dikenal pula dengan sebutan splitter. Ketika melakukan instalasi MATV di sebuah bangunan, alat ini berfungsi sebagai pembagi sinyal jaringan menuju televisi di setiap ruangan. Alat ini dapat membagi sinyal RF yang berisi gambar dan suara agar dapat diterima sama baiknya pada setiap televisi di sebuah gedung.
Komponen ini juga berfungsi sebagai kopling sinyal. Ketika terjadi kerusakan atau konsleting, alat ini mampu menjaga agar kualitas tampilan televisi lainnya tidak terpengaruh.

Unit Penampil

Komponen ini adalah akhir dari sebuah jaringan MATV. Unit penampil berbentuk televisi yang memunculkan sinyal gambar dan suara. Tampilan kanal di televisi bisa diatur menggunakan tuner internal.

Referensi:


Cara Instalasi MATV


Di era sekarang, layanan televisi sangat erat kaitannya dengan tren gaya hidup. Kebanyakan orang saat ini menghabiskan waktu menonton televisi lebih dari tiga jam perhari. Namun, tidak jarang mereka mengalami kendala, seperti kesulitan menangkap siaran televisi. Tentunya hal seperti ini sangat mengganggu.
Bagi Anda yang kerap mengalami gangguan siaran televisi, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk memasang sistem MATV. Apa sih MATV itu? Berikut ini akan diulas secara singkat apa itu MATV, komponen, cara kerja, dan bagaimana cara instalasi MATV.

Mengenal Secara Singkat Apa Itu MATV?


MATV adalah singkatan dari Master Antena Televisi, yaitu sebuah sistem distribusi sinyal siaran televisi. Sistem ini biasa dipasang pada suatu gedung yang memiliki banyak kamar, seperti apartemen, hotel, rumah sakit, dan perkantoran.
Masalah kesulitan menangkap sinyal siaran televisi, biasanya dialami oleh sebuah gedung dengan banyak ruang. Sinyal yang diterima antara ruang satu dan lainnya kerap kali tidak sama. Hasilnya, output tampilan gambar dan suara kurang jernih.
Ketika memanfaatkan MATV, kendala seperti itu bisa dengan mudah teratasi. Sistem MATV memungkinkan sinyal siaran didistribusikan dengan kekuatan yang sama. Ketika ada sinyal yang losses sekalipun, terdapat sebuah komponen dalam MATV yang berfungsi untuk memperkuat sinyal tersebut.

Komponen Utama dari MATV


Antena

Komponen paling utama dari MATV adalah sebuah antena. Alat ini berfungsi untuk memancarkan dan/atau menerima sinyal siaran di area sekitar gedung. Semakin baik konstruksi suatu antena, maka semakin baik pula sinyal yang diterima. Pada sistem MATV, Antena akan menangkap sinyal yang dikumpulkan pada komponen headend.

Headend

Pada komponen ini, berbagai jenis sinyal yang diterima oleh antena dikumpulkan. Selanjutnya, sebelum pendistribusian sinyal tersebut akan dikonversi menjadi sinyal khusus. Kemudian, sinyal akan diteruskan menuju televisi melalui sebuah jaringan pengkabelan.

Pengkabelan

Saat sinyal melalui sistem pengkabelan, sinyal tersebut akan mengalami redaman. Sinyal yang terlalu kuat akan dilemahkan supaya tidak terjadi overdrive pada peralatan.

Amplifier

Komponen ini berfungsi untuk menguatkan sinyal yang losses. Tujuannya agar tampilan gambar dan suara pada televisi tetap bersih.

Splitter

Agar sinyal siaran bisa terbagi rata diperlukan adanya komponen splitter. Alat ini digunakan untuk membagi sinyal RF. Dengan memanfaatkan alat ini pula, sinyal siaran bisa dibagikan ke banyak kamar. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih splitter, seperti besarnya redaman, respon frekuensi, dan jumlah keluaran splitter.

Cara Instalasi MATV


Bagi pemilik hotel, kos-kosan, atau apartmen, pemasangan MATV merupakan hal yang sangat vital. Sebenarnya MATV/CATV tidak hanya digunakan pada gedung-gedung dengan banyak kamar saja. Namun juga bisa dipasang untuk daerah yang kesulitan mendapat sinyal UHF.
Dari sisi cara instalasi MATV, Anda harus menyiapkan komponen-komponen seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selanjutnya, Anda bisa memilih dua cara instalasi MATV sesuai dengan yang dibutuhkan di area Anda.

Metode Free and Branch System

Pada metode ini, sinyal transmisi sepanjang trunk cable melalui berbagai cabang dan sub cabang. Setiap ruangan dalam sebuah bangunan menggunakan decoder dan receiver untuk mengganti kanal televisi. Decoder diletakkan di antara jaringan pengkabelan dan televisi. Cara ini dianggap kurang ekonomis, mengingat pengelola gedung harus memasang decoder sejumlah kamar yang ada.

Metode Distribusi Channel

Cara kedua ini dianggap lebih efektif dan ekonomis, yaitu sinyal akan didistribusikan melalui trunk cable dari headend menuju sejumlah local center. Pada metode ini terdapat sebuah router yang berfungsi untuk memperlancar laju transmisi ketika terjadi sebuah gangguan. Selanjutnya, sinyal akan langsung disebarkan menuju kamar-kamar.


Referensi:


Rabu, 30 November 2016

Bagaimana Cara Memilih dan Memasang Antena yang Handal

 Hampir kebanyakan orang menikmati tayangan televisi selama tiga jam setiap hari. Di era digital sekarang, televisi bukan merupakan sebuah media hiburan semata, tetapi sudah begeser menjadi kebutuhan. Tayangan-tayangan yang sarat akan informasi bisa dengan mudah disiarkan melalui jaringan pertelevisian.
Jaringan siaran televisi di kota-kota besar sekarang ini, mudah untuk didapatkan. Hampir setiap rumah bisa menikmati tayangan televisi dengan kualitas gambar jernih dan suara yang bagus. Baik atau buruk sebuah tayangan televisi tentu tidak terlepas dari kualitas antena yang digunakan. Berikut ini adalah ulasan mengenai jenis antena dan bagaimana cara memilih dan memasang antena yang handal.

Macam-macam Antena dan Kegunaannya


Antena merupakan sebuah alat yang digunakan untuk memancarkan dan/atau menangkap sebuah sinyal jaringan tertentu. Karena setiap antena digunakan untuk menangkap sinyal jaringan yang berbeda-beda, maka ragam antena yang bisa ditemui di pasaran sangat banyak.
Jika dilihat dari jenisnya, secara umum antena terbagi menjadi dua, yaitu:

Antena Directional

Ini merupakan antena dengan jenis narrow beam width, yang artinya antena ini hanya memiliki sudut pancaran yang kecil. Meskipun sudut pancarannya kecil, keunggulan dari antena ini adalah pancaran sinyalnya lebih terarah. Yang termasuk ke dalam antena jenis direksional adalah antena yagi, antena parabola, antena grid, dan antena sectoral.

Antena Omni Directional

Jenis antena ini memiliki sudut pancaran yang lebih lebar, dengan jarak pancaran yang lebih pendek. Antena omni directional sangat cocok dipasangkan ketika Anda ingin menyebarkan sinyal ke segala arah. Biasanya, antena ini dimanfaatkan dalam penggunaan ponsel, router hotspot, dan dipole.
Lalu, bagaimana dengan antena yang mampu membuat tampilan televisi menjadi lebih jernih? Jawabannya adalah menggunakan antena jenis directional. Proses pemasangan sistem pertelevisian di sebuah rumah, terdapat dua buah antena yang sering digunakan, antara lain:

Antena Yagi

Antena tipe ini biasa digunakan untuk menerima sinyal elektromagnetik pada pemancar radio dan TV telestrial (UHF/VHF). Pada antena ini terdapat tiga buah bagian, yaitu driven, reflektor, dan director.

Antena Parabola

Antena yang memiliki bentuk serupa dengan wajan penggorengan ini biasa pula digunakan untuk menangkat sinyal televisi. Sinyal elektromagnetik akan ditangkap dan dikumpulkan pada suatu titik fokus. Bukan hanya untuk menonton televisi, antena jenis ini juga kerap dipakai pada instalasi jaringan internet.


Bagaimana Cara Memilih dan Memasang Antena yang Handal


Karena terdapat berbagai macam antena di pasaran, terkadang memilih antena yang tepat bisa menjadi kesulitan tersendiri. Bagi Anda yang ingin memasang sistem pertelevisian dirumah, silakan simak bagaimana cara memilih dan memasang antena yang handal berikut ini:

Memilih Antena yang Memiliki Banyak Elemen

Tips pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih antena dengan deret elemen yang banyak dan panjang. Hal ini disebabkan ketika direktor antena cenderung lebih panjang, sehingga sinyal yang diterima akan lebih mudah untuk dikuatkan.

Pilih Kabel Antena yang Tebal

Untuk kabel antena yang handal, Anda bisa memilih kabel 75 ohm coaxial. Pasalnya, kabel ini memiliki loses kecil dan serabut pelindung lebih banyak. Selain itu, kabel yang handal juga memiliki kawat konduktor yang lebih tebal.

Perhatikan Detail Pemasangan

Saat melakukan instalasi, usahakan untuk memasang antena pada area yang dekat dengan booster. Upaya ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penggulungan kabel yang dapat memperlemah arus sinyal. Selain itu, agar hasil tampilan lebih jernih pastikan untuk tidak memasang antena dengan ketinggian lebih dari 15 meter.


Selasa, 22 November 2016

KOMPONEN PASIF FIBER OPTIK


Kehadiran teknologi Broadband membuat dunia telekomunikasi di Indonesia menjadi lebih baik. Internet berkecepatan tinggi yang semula hanya ada di angan saja, kini bisa dirasakan oleh banyak orang. Teknologi ini mampu menerima dan mengirim banyak informasi dalam waktu yang sangat singkat. Tentu, munculnya teknologi berkecepatan tinggi ini tidak terlepas dari keberadaan fiber optik.

Komponen Pasif Fiber Optik: Mengenal GPON, ONT, dan OLT

Passive Optical Network (PON) merupakan sebuah teknologi tembaga yang digunakan baik pada narrow-band dan broadband. Teknologi ini dikatakan pasif karena memiliki elemen pembagi yang tidak memanipulasi sinyal optik. Salah satu jenis dari PON adalah GPON (Gigabit Ethernet PON).
GPON (Gigabit Passive Optical Network)
GPON merupakan sebuah teknologi node akses yang diperlukan untuk mengantarkan layanan data, suara, dan video ke tempat pelanggan. Teknologi ini berbasis FTTx, yaitu jaringan yang memanfaatkan kabel fiber optik sebagai medium transmisi.
Hingga kini, teknologi GPON bersaing ketat dengan GEPON (Gigabit Ethernet PON), yaitu sebuah jaringan optik pasif versi IEEE yang berbasis teknologi Ethernet. Namun, GPON lebih mendominasi pasar dan memiliki roll out yang lebih cepat dibanding dengan GEPON. Standar G.984 pada GPON memberikan dukungan keamanan lebih baik, bit rate yang lebih tinggi, serta pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM, dan Ethernet).
Prinsip kerja dari jaringan GPON yaitu mengantarkan sinyal menuju komponen pasif fiber optik dan melanjutkannya kepada pelanggan. Teknologi ini menggunakan sebuah splitter untuk membagi jaringan kepada banyak pelanggan. Ketika beroperasi, GPON memanfaatkan beberapa komponen.

Komponen GPON

OLT (Optical Line Terminal)
Optical Line Terminal merupakan sebuah komponen pasif fiber optik yang memiliki fungsi sebagai titik akhir dari layanan jaringan. Cara kerja OLT adalah mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik.
OLT menyediakan sebuah tampilan tatap muka antara sistem PON dengan penyedia layanan data, video, dan jaringan telepon. Nantinya, bagian ini juga akan menjadi multiplexing, yaitu penggabungan beberapa sinyal yang dikirim secara bersamaan pada kanal transmisi.
ONT (Optical Network Termination)
ONT merupakan komponen pasif fiber optik berfungsi memberi tampilan tatap muka pada pengguna layanan. Sinyal optik yang ditransmisi diubah menjadi sinyal elektrik. Sinyal ini digunakan untuk menampilkan layanan pada para pelanggan. Pada penyusunan sebuah jaringan FTTH, komponen ini diletakkan di rumah pelanggan.

Keunggulan dan Kelemahan GPON

Berikut ini merupakan beberapa keunggulan dari GPON yang tidak dimililki jaringan lainnya, antara lain:
-          Mampu menghadirkan layanan triple play services (suara, data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu inti FO.
-          Dapat membagi bandwidth hingga 32 ONT
-          GPON bisa mengurangi penggunaan kabel pada peralatan kantor
-          Pengalokasian bandwidth bisa diatur dengan mudah
-          Biaya perawatan lebih murah, karena memiliki komponen pasif
-          Lebih efisien dalam hal biaya pemasangan, pemeliharaan, dan pengembangan.
Meskipun memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kelemahan yang terdapat pada jaringan GPON, antara lain:
-          Kompleksitas model layering dibanding jaringan lain
-          Jika dibandingkan dengan GEPON, instalasi GPON memakan dana lebih banyak
-          Penerima laju data 2.4 Gbps saat ini terbilang cukup mahal
-          Saat ini bandwidth upstream hanya terbatas hingga 622 Mbps saja

Referensi:


Layanan yang didapatkan melalui jaringan FTTH


Kecanggihan teknologi di bidang telekomunikasi berhasil menciptakan era baru yang dikenal sebagai era informasi. Pada era ini, setiap orang bisa mendapatkan informasi yang sama melalui internet. Kecepatan mendapat informasi turut berkembang seiring dengan kemunculan Broadband. Broadband merupakan koneksi berkecepatan tinggi yang memberikan akses internet cepat dan bisa selalu terkoneksi.

FTTH: Teknologi Broadband Masa Kini

FTTH (Fiber To The Home) merupakan salah satu teknologi broadband masa kini. Teknologi ini mulai dikembangkan semenjak ditemukannya fiber optik pada tahun 1950-an. Layanan komunikasi fiber optik memanfaatkan cahaya sebagai gelombang pembawa informasi yang hendak dikirim. Pada pengirim isyarat, informasi telah diubah menjadi isyarat optik yang diteruskan ke kanal informasi. Setelah sampai di penerima, cahaya yang diantar akan dikonversi menjadi besaran elektris oleh detektor cahaya.
Jadi bisa disimpulkan bahwa FTTH adalah sebuah layanan komunikasi berupa jaringan fiber optik yang ditujukan untuk menjangkau rumah konsumen. Manfaat adanya jaringan ini, para konsumen bisa mengakses layanan internet berkecepatan tinggi di rumah mereka. Keberadaan FTTH membuat banyak orang mampu menjelajah dunia maya dan mendapat berbagai macam informasi.

Kelebihan dan Kelemahan Fiber Optik

Fiber optik merupakan sebuah solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan setiap orang akan akses internet. Alasannya, teknologi ini memiliki kelebihan yang tidak ada pada teknologi jaringan lain, yaitu:
-          Memiliki bidang yang luas, sehingga dapat menampung informasi dalam jumlah besar
-          Ukuran yang kecil membuat teknologi ini tidak banyak memakan lahan
-          Aman terhadap medan elektris dan magnetis
-          Informasi atau isyarat yang ada di dalam kabel terjaga keamanannya
-          Karena informasi disalurkan dalam bentuk cahaya, tidak mungkin terdapat percikan api pada serat optik
-          Layanan yang didapatkan melaui jaringan FTTH berbeda dengan teknologi telekomunikasi yang lain
Meski tampak memiliki banyak keunggulan, FO tidak luput akan kelemahan juga. Beberapa kelemahan FO yaitu:
-          Membuat terminal pada kabel serat tidaklah mudah
-          Membuat sambungan serat harus menggunakan teknik serta ketelitian sangat tinggi
-          Jaringan fiber optik membutuhkan yang mahal untuk dalam proses instalasinya

Layanan yang Didapatkan Melalui Jaringan FTTH

Saat ini, jumlah penyedia layanan jaringan yang memanfaatkan teknologi fiber optik sudah cukup banyak. Penggiat industri telekomunikasi saling berlomba menyajikan layanan internet berkecepatan tinggi dengan harga bersaing.
Setiap provider memiliki paket beragam di setiap layanannya. Bahkan, konsumen bisa menikmati sebuah layanan yang disebut TPS (Triple Play Service). TPS adalah layanan yang didapatkan melalui jaringan FTTH dalam tiga bentuk, yaitu layanan internet, suara (telepon) dan video (tv interaktif).
Pada layanan internet, konsumen bisa menikmati jaringan dengan kecepatan tinggi, mulai dari puluhan hingga ratusan Mbps. Untuk layanan telepon, penyedia juga memberi layanan telepon gratis, baik lokal maupun interlokal selama beberapa menit (tergantung paket yang ditawarkan). Sedangkan pada layanan tv, pelanggan mendapat pilihan-pilihan channel, baik lokal maupun internasional.
Referensi:


Jaringan Telekomunikasi FTTH


Jaringan telekomunikasi memiliki fungsi yang sangat vital dalam penyampaian informasi. Dengan berkembangnya teknologi, jaringan telekomunikasi juga semakin mutakhir. Salah satu bentuk perkembangan teknologi di dunia telekomunikasi adalah FTTH (Fiber To The Home). Keberadaan FTTH berhasil menjadi jembatan informasi yang lebih cepat dan kuat.

Jaringan Telekomunikasi FTTH: Pengertian, Keunggulan, Cara Kerja dan Struktur Jaringannya

Apa itu FTTH?

FTTH (Fiber To The Home) merupakan sebuah format pengantar isyarat optik, dari provider ke kawasan pengguna, dengan memanfaatkan teknologi serat optik sebagai medium pengantarnya. Sebuah komunikasi dapat dikatakan berhasil jika memuat banyak informasi dalam satu waktu. Keberadaan teknologi fiber optik ini berhasil menjadi solusi transfer informasi dalam jumlah banyak dengan waktu yang sangat singkat.
Jika mengingat teknologi konvensional, yaitu kabel tembaga, jelas FTTH jauh lebih unggul. Menurut Federation Communications Commision (FCC), apabila seutas kabel tembaga bisa menjembatani enam panggilan telepon dalam waktu bersamaan, maka seutas serat optik mampu memuat hingga 2,5 juta panggilan telepon dalam waktu yang bersamaan. Teknologi seperti ini merupakan titik cerah bagi kemajuan telekomunikasi di Indonesia.

Keunggulan Teknologi FTTH

Satu keunggulan utama dari jaringan telekomunikasi FTTH adalah mampu mentransfer informasi dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Bagi para penggiat industri telekomunikasi, ini memberi peluang terciptanya layanan yang disebut Triple Play Service. Layanan ini merupakan penggabungan tiga buah layanan, yaitu koneksi berkecepatan tinggi (internet), panggilan telepon (voice), dan TV interaktif (video). Layanan serupa belum dapat diberikan ketika provider menggunakan kabel tembaga sebagai pengantar informasi.

Cara Kerja FTTH

Terdapat dua jenis cara kerja FTTH, yaitu direct fiber dan shared fiber. Dimana pada direct fiber, satu serat akan dihubungkan langsung kepada satu pengguna. Cara kerja ini memiliki keunggulan, yaitu bandwith yang didapat akan sangat besar. Hal ini terjadi karena pengguna akan terhubung langsung ke sentral. Namun, kelemahan dari cara kerja ini adalah biaya yang sangat besar.
Sedangkan untuk shared fiber, satu serat akan dihubungkan kepada pengguna melalui splitter. Pembagian ini bisa mencapai sekitar 16 hingga 32 pengguna. Penggunaan splitter biasanya dilakukan saat serat sudah mendekati pengguna.

Struktur Jaringan FTTH

Terdapat empat buah komponen utama pada struktur jaringan telekomunikasi FTTH, yaitu:
-          Metro Ethernet (ME/Metro-E)
Secara harafiah, ini merupakan sebuah jaringan komunikasi data dalam ukuran yang sangat besar dengan menggunakan teknologi Ethernet. Komponen ini merupakan sebuah teknologi Ethernet yang mampu menjangkau daerah lebih luas, seperti perkotaan.
-          Optical Line Terminal (OLT)
Komponen ini sering juga disebut sebagai Optical Line Termination, yaitu sebuah perangkat yang dijadikan titik akhir dari layanan jaringan optik pasif.
-          Optical Distribution Frame (ODF)
ODF adlaah sebuah titik terminasi kabel fiber optik yang digunakan untuk peralihan dari kabel fiber optik outdoor dengan kabel fiber optik indoor, atau sebaliknya.
-          Optical Distribution Cabinet (ODC)
ODC adalah perangkat outdoor berupa kotak yang terbuat dari material khusus. Perangkat ini berfungsi sebagai tempat instalasi sambungan antar jaringan fiber optik single-mode yang berisi konektor, splitter, dan dilengkapi ruang manajemen fiber. Terdapat dua jenis perangkat ODC, yaitu model tanam dan model tiang.
Referensi:


KONFIGURASI JARINGAN FTTH


Kemajuan teknologi di era ini membawa banyak dampak positif di segala aspek, termasuk telekomunikasi. Kemunculan teknologi baru membuat telekomunikasi mengalami kemajuan signifikan. Salah satu wujud dari kemajuan tersebut adalah implementasi fiber optik pada jaringan telekomunikasi.

Mengenal Secara Singkat, Apa Itu FTTH?

FTTH (Fiber To The Home) merupakan salah satu bentuk dari kemajuan teknologi telekomunikasi. FTTH dapat didefinisikan sebagai susunan jaringan optik dari sebuah sentral ofis (STO) hingga perangkat pelanggan. Di dalam penggunaannya, jaringan akses fiber tidak jauh berbeda dengan kabel tembaga, dimana terdapat beberapa segmen catuan. Pada FTTH, terdapat empat buah catuan, yaitu Catuan Kabel Feeder, Catuan Kabel Distribusi, Catuan Kabel Drop, dan Catuan Kabel Indoor.
Jaringan FTTH memiliki keunggulan dibanding kabel tembaga. Pengiriman informasi dalam jumlah banyak dan lebih cepat adalah dua keunggulan dari penggunaan teknologi fiber. Bila memanfaatkan teknologi ini, maka penyedia layanan bisa memberikan Triple Play Services. Ini merupakan kesatuan dari layanan suara, internet dan tv interaktif.

Konfigurasi Jaringan FTTx

Terdapat dua buah perangkat aktif (Opto Elektrik) pada jaringan kabel fiber optik. Satu perangkat dipasang di sentral ofis dan satu lagi dipasang di dekat atau tepat pada lokasi pelanggan. FTTH sendiri merupakan jenis konfigurasi pada jaringan FTTx. Berdasarkan lokasi perangkat aktif, terdapat lima jenis konfigurasi FTTx:

Fiber To The Building (FTTB)

Pada konfigurasi ini, TKO (Terminasi Kabel Optik) terletak pada ruang telekomunikasi di ruang bawah tanah atau tersebar di beberapa lantai. Selanjutnya, pelanggan akan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKG. Konfigurasi ini bisa dianalogikan dengan DCL (Daerah Catu Langsung) ke jaringan kabel tembaga.

Fiber To The Home (FTTH)

Terminasi Kabel Optik pada konfigurasi jaringan FTTH terletak di dalam rumah pelanggan. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO lewat kabel tembaga indoor atau IKR sampai jarak puluhan meter saja. Apabila dianalogikan, konfigurasi jaringan FTTH merupakan pengganti dari TB (Terminal Blok).

Fiber To The Zone (FTTZ)

Pada konfigurasi ini, TKO terletak di area luar bangunan, biasanya ditempatkan dalam sebuah kabinet yang diletakkan di pinggir jalan. Terminal pelanggan dihubungka pada TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer. Jika dianalogikan, FTTZ merupakan konfigurasi pengganti dari RK (Rumah Kabel).

Fiber To The Curb (FTTC)

Konfigurasi jaringan FTTC, Terminasi Kabel Optik bisa terletak di beberapa tempat, seperti kabinet, di atas tiang, atau manhole. Selanjutnya, terminal pelanggan disambungkan pada TKO menggunakan kabel tembaga hingga jarak beberapa ratus meter. FTTC dapat dianalogikan sebagai pengganti TP (Titik Pengganti).

Fiber To The Tower (FTTT)

Pada jenis konfigurasi ini TKO terletak di sebuah tiang, dimana terminal sistem GSM/CDMA dihubungkan pada TKO lewat kabel tembaga indoor hingga beberapa meter. Terdapat dua jenis jaringan kabel fiber optik pada konfigurasi ini, yaitu kabel FO Drop apabila lokasi tower di kota dan FO Distribusi apabila lokasi tower di pinggiran kota. Jika dianalogikan, FTTT adalah pengganti dari ODP atau TB.
Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat akan melakukan konfigurasi jaringan FTTx, antara lain:
-          Layanan yang akan dikirim ke pelanggan
-          Pemilihan teknologi yang akan digunakan
-          Keuntungan dan kerugian
-          Biaya dan analisa pasar
-          Rencana pengembangan di masa mendatang
Referensi: